Robin Hales INTERFACE (ing) SUSTAINABILITY

  • Jum, 16 September 2016
  • Pipit Pianita
  • Someone Talks About
Robin Hales INTERFACE (ing) SUSTAINABILITY
Dok. Home Living Indonesia

Lewat Robin Hales, sebuah teknologi floor covering akan diperkenalkan. Bersama brand Interface, di mana ia bertindak sebagai Vice President Marketing and Product for Asia.

Ia ingin agar konsumen mulai melirik material karpet sebagai pilihan penutup lantai. Karena  kini material tersebut sudah meluas jangkauan marketnya. tidak hanya untuk proyek perkantoran, tetapi proyek residential dan hospitality pun dapat mereferensikan karpet dalam desain mereka. 

Interface World

Interface tidak terlepas dari nama Ray C. Anderson. Pelopor yang memproduksi dan memasarkan modular soft-surfaced floorcovering sejak 1973.

Insting Ray yang mampu mengenali karpet sebagai jenis floor covering yang fleksibel membuatnya serius memimpin joint venture antara Carpets International plc (CI), sebuah perusahaan asal Inggris dan gabungan investor Amerika.

Bersama mendirikan industri karpet untuk kebutuhan gedung perkantoran yang sangat booming di pertengahan 1970an. Insting Ray terbukti benar. Karena perusahaan ini terus berkembang pesat.

Dok. homelivingindonesia.com
zoom

Dimulai dengan go public sepuluh tahun kemudian dan terus meluaskan jangkauan pasar ke negara-negara Eropa dan Timur tengah. Pada 2003, mulailah Interface melirik proyek-proyek residential sebagai potential user untuk koleksi karpet mereka berlabel FLOR.

Green Label

Interface menyebut floor covering carpet miliknya sebagai carpet tile.  Sesuai namanya, karpet yang  diproduksi bukan lagi lembaran gulungan besar, melainkan telah dipotong dengan modul yang disesuaikan. Sukses dengan produksi carpet tilenya, membuat Ray yang saat itu telah menjabat sebagai Chairman and CEO Interface mulai berpikir ke arah lain.

Tentang bagaimana memikirkan pencapaian target bisnis tanpa melupakan sisi sustainability dalam proses penciptaan produk. Ray lalu menulis buku Entitled Mid-Course Correction, yang mendiskusikan bagaimana ia seolah disadarkan akan environmental concerns dan model bisnis yang mendorong ke arah sustainability.

Robin bercerita bahwa proses tersebut terjadi di pertengahan  1990 dan 4 tahun kemudian tercetuslah Zero mission. “its all about  our promise to eliminate the negative impact our company has on the environment by the year 2020.” jelas Robin tentang gerakan tersebut.

Dok. homelivingindonesia.com
zoom

Hi-Quality Result

Jaminan mutu tertinggi Carpet tile dari Interface tidak harus menggunakan serat alami dari bulu binatang. Karena bahan bakunya adalah 100 % non virgin yarn. “This product spans a wave of eight beautiful colourways and is also our very first product in Asia to use this,” jelasnya.

Material ini terbukti tahan panas (tidak meninggalkan jejak saat dipanaskan oleh benda dengan tingkat panas tertentu), mudah dibersihkan dan tidak cepat menyimpan debu atau kotoran sehingga cukup aman untuk penderita alergi.

Proses penyatuan benang-benang menjadi lembaran karpet, pelapisan hingga ke pemotongan menjadi modul-modul dilakukan secara computerized.

Tingkat akuransinya hampir mencapai tingkat sempurna, bahkan untuk beberapa motif pesanan konsumen yang tidak pasaran. Setelah seluruh proses selesai, modul carpet tile yang telah jadi, dimasukan ke laboratorium untuk diuji ketahanannya pada api dan tekanan. Sebelum packing dan siap dipasarkan.

Dok. homelivingindonesia.com
zoom

Urban Retreat™ 

Teknologi carpet tile Interface tidak terhenti hanya pada proses pembuatannya yang berteknologi tinggi. In house designer mereka akan selalu bekerja menciptakan motif dan tekstur baru yang lebih update.

Beberapa photo di halaman ini bisa sedikit mendiskripsikan tentang carpet tile koleksi Interface. Robin bercerita banyak tentang koleksi must have items yang membuat tercengang.

Karena dengan teknologi yang dimiliki, Interface telah mengeluarkan motif dan tekstur layaknya alam seperti motif abstrak dari bebatuan di alam lengkap dengan semburat hijau dari lumut atau motif kayu tua yang telah lapuk.

Silahkan buka situs mereka di www.interfaceflor.com atau www.interfaceglobal.com untuk melihat koleksi unik lainnya. Dan biarkan suasana ruang seperti berada di alam, mendamaikan hati dan memberikan ketenangan.

Dok. homelivingindonesia.com
zoom

Reusing waste

Konsumen tidak perlu direpotkan untuk memasang atau mengganti carpet tile ini. Tinggal pasang dengan sejenis perekat (tactile) yang sudah ada, selesai!. Tidak perlu risau akan bergeser atau menggelembung (popping).

Bila satu bagian rusak, jangan dibuang. Kembalikan lagi ke Interface untuk diolah kembali menjadi karpet yang baru. Limbah buangan pun tetap dipergunakan.

Robin menjelaskan bahwa limbah benang  yang tidak terpakai diolah kembali menjadi boneka lucu, tas, hammock (tempat tidur gantung). “This is a part of Biophilia,” jelasnya.

Biophilia yang dimaksud Robin adalah sebutan tentang bagaimana Interface berusaha melakukan tindakan timbal balik yang tidak merusak alam. Dari semua sisi, baik  segi sumber daya alam, proses produksi, produk output, tempat (pabrik) dan juga profit yang dihasilkan. 

 

0 Comments

Leave A comment