25% Piranti Smart Home di Indonesia Masih Rentan Terhadap Serangan Cyber

  • Jum, 21 April 2017
  • Pipit Pianita
  • Trends
25% Piranti Smart Home di Indonesia Masih Rentan Terhadap Serangan Cyber
PR Director Avast Marine Ziegler & Ondrej Vlcek, Chief Technology Officer, GM and EVP Consumer Business Avast

Avast Software (www.avast.com), pemimpin produk keamanan digital untuk konsumen dan korporasi di dunia, melindungi lebih dari 400 juta pengguna Internet. Avast dengan merk dagang Avast dan AVG, telah melindungi pengguna dari ancaman di Internet dengan salah satu sistem pendeteksi ancaman yang paling maju di dunia. Produk keamanan digital dari Avast untuk mobile, PC atau Mac merupakan peringkat teratas dunia dengan sertifikat VB100, AV-Comparatives, AV-Test, OPSWAT, ICSA Labs, West Coast Labs dan lainnya.

Beberapa waktu lalu, Avast mengumumkan hasil penelitiannya mengenai keamanan piranti smart home  di Indonesia, seperti webcam, piranti pemantau bayi, printer dan perute (router). faktanya 20.9% piranti smart home di Indonesia masih rentan terhadap serangan siber yang membahayakan privasi dan keamanan penggunanya.

Perute menempati posisi teratas dengan 62.7% router rentan terhadap serangan siber. Disusul webcam dan piranti pemantau bayi dengan 25.5% dan printer menjadi piranti yang rentan berikutnya, 16.3%. Namun,

“Dengan piranti yang rentan mencapai ratusan ribu di seluruh dunia, penjahat siber bisa saja menciptakan sebuah botnet untuk melumpuhkan server dan situs internet, contohnya ketika Dyn, sebuah penyedia nama domain, diserang baru-baru ini dan mengganggu lalu-lintas ke situs-situs internet besar, seperti Amazon, Twitter dan Reddit,” kata  Ondrej Vlcek, CTO dan EVP & GM, Consumer, Avast. “Perute merupakan pintu masuk ke jaringan internet di rumah, sehingga sering dijadikan titik entri bagi peretas yang ingin menyusupi rumah-rumah di Indonesia, yang tidak dilindungi dengan baik, misalnya, karena piranti lunaknya tidak ter-update atau karena menggunakan kata sandi yang lemah”.

Demi mengamankan piranti yang terkoneksi, Avast menawarkan tiga cara untuk mengamankan piranti Internet of Things:

- Wi-Fi Inspector, tersedia di Avast 2017 versi gratis maupun premium, tersedia untuk diunduh di www.avast.com. Wi-Fi Inspector memindai jaringan rumah pengguna untuk menemukan piranti-piranti yang rentan dan membantu pengguna mengatasi kelemahan-kelemahan pada keamanan yang ada dengan instruksi selangkah demi selangkah.

- Wi-Fi Finder, aplikasi Android dari Avast ini membantu pengguna mencari Wi-Fi berkecepatan tinggi yang aman, dan juga memindai untuk menentukan jaringan Wi-Fi yang rentan. Bila menemukan jaringan Wi-Fi yang rentan, Wi-Fi Finder akan memberi masukan bagi pengguna untuk mengatasi masalahnya. Wi-Fi Finder tersedia di Google Play,  https://play.google.com/store/apps/details?id=com.avast.android.wfinder.

 Pirantinya akan di-update dengan pemindai baru dalam waktu dekat.

- Avast menawarkan sebuah platform bagi produsen perute. Platformnya diletakkan di atas perute dan membuat pirantinya pintar untuk melindungi dirinya dan piranti lain yang terkoneksi dengannya. Konsepnya berawal dari ide bahwa perute dapat menambah lapisan keamanan untuk piranti-piranti pintar di rumah sekaligus berfungsi sebagai sentra koneksi antar piranti tersebut. Solusinya bernama Amped Wireless’ new ALLY Smart Wi-Fi System akan menambah lapisan keamanan untuk piranti-piranti Internet of Things pengguna, serta menyediakan fitur Parental Control dan penyaring konten, yang mudah dikelola.

Pit/pit

0 Comments

Leave A comment