---

.: Majalah Home Living :.

---

logo

baner


Home / Shopping / Craft / Ukiran Kayu The Art Form Nature
06 Dec

Ukiran Kayu The Art Form Nature

Rate this item
(3 votes)

Seni ukir kayu adalah teknik cukilan pada kayu membentuk ornamen atau ragam hias hasil rangkaian yang berelung-relung, saling menjalin, berulang dan sambung-menyambung, hingga mewujudkan gambar indah yang kita kenal dengan relief. Relief dalam ukiran tersusun dari cekungan(kruwikan) dan cembungan(buledan) serta lebih bersifat dua dimensi, ini yang membedakan seni ukir dengan seni pahat yang menghasilkan karya seni dalam wujud tiga dimensi seperti patung dan sclupture.

Seni ukir modern merupakan seni kebudayaan bangsa Melayu sejak abad 500 SM. Tercatat daerah Kelantan, Melaka dan Negeri Sembilan telah lebih dahulu mengembangkan kesenian ini untuk membuat hiasan tradisional dan hiasan penghias interior didalam istana.

Sekilas Tentang Seni Ukir kayu Indonesia
Bangsa Indonesia sudah mengenal seni ukir sejak Zaman batu muda(neolitik) sekitar abad 1500 SM. Motif dan pengerjaannya masih sederhana berupa motif-motif geometri seperti garis, titik, lengkungan pada permukaan bidang material yang berasal dari alam seperti kayu, batu, logam mulia, tanduk dan sebagainya. Penggunaan gergaji, ketam, palu dan pahat mempengaruhi perkembangan seni ukir sehingga menciptakan motif yang lebih beragam dan unik misalnya hewan, tumbuhan atau manusia. Bahkan beberapa ada yang menirukan gaya lekukan bara api yang melengkung-lengkung indah, kosmos (alam semesta) dan sebagainya.

 

Motif-Motif dalam Ukiran
Menurut Eko Kimianto seorang pengamat seni dalam tulisan blognya (artkimianto.blogspot.com), mengatakan bahwa motif dalam seni ukir terbagi atas motif Pajajaran, Majapahit, Bali, Mataram, Jepara, Madura, Cirebon, Jepara, Surakarta, Yogyakarta, dan bermacam-macam motif yang berasal dari luar Jawa.

1. Motif Pajajaran.
Motif Pajajaran berasal dari ukiran kayu yang terdapat pada makam Sunan Gunung Jati. Motif Pejajaran mempunyai semua bentuk ukiran daun yang terbagi atas daun pokok(ukiran dominan), daun patran, bunga, buah dan sebagainya dalam bentuk cembung(bulat/buledan).

2. Motif Majapahit dan Motif Bali
Motif ukiran dari kedua daerah ini kental dengan unsur budaya kerajaan dan merupakan salah satu motif ukir yang telah berkembang sampai Nusantara. Motif Majapahit dan motif Bali terbentuk dari ukiran daun, bunga dan buah berbentuk lengkung dan cembung ( stilasi campuran).

3. Motif Mataram.
Motif Mataram diambil dari wayang Purwa Kerajaan Demak. Motif Mataram mempunyai semua bentuk ukiran daun baik daun pokok maupun daun yang kecil-kecil berbentuk cekung (kruwikan). Daun Patran yang pada bagian ujung daun terbentuk dari berbagai bentuk ikal yang bergerombol sehingga menyerupai daun alam.

4. Motif Jepara.
Motif Jepara berasal dari ornamen di Makam Mantingan Jepara. Bentuk ukiran dalam motif Jepara berbentuk segitiga dan miring. Pada ujung daun biasanya terdapat bakal buah ataupun bunga dengan bentuk melingkar dengan bentuk jamak yang lebih beragam. Lingkaran pada pangkal lebih besar dan semakin mengecil diujungnya. Bakal buah atau bunga berbentuk lingkaran besar yang dikelilingi beberapa lingkaran kecil menyerupai buah anggur.

5. Motif Cirebon.
Bentuk ukiran daun dalam motif Cirebon berbentuk cembung dan cekung. Corak motifnya lebih beragam mulai dari bentuk awan, karang bahkan menyerupai ukiran Tiongkok. Ciri khas ukiran motif Cirebon adalah angkup pada bagian ujungnya melingkari ikal daun patran yang seolah-olah tumbuh di muka daun pokok.

6. Motif Yogyakarta dan Motif Surakarta.
Motif Yogyakarta dan Motif Surakarta berakar dari motif kasultanan. Kedua motif daerah ini mengambil contoh dari unsur daun pakis dalam bentuk cekung cembung. Motif Yogyakarta memiliki ciri khas ukiran daun pokok berelung-relung. Pada akhir relung sering tumbuh bunga yang sedang mekar dengan indahnya. Simbolisasi bunga pada motif Yogyakarta menggambarkan seorang gadis muda yang sedang mekar-mekarnya dan melambangkan masa awal perkembangan menuju kemajuan yang tinggi.

7. Motif Madura.
Secara garis besar Motif Madura mempunyai bentuk ukiran daun yang melengkung, merelung dan terdapat ikal pada setiap ujung daunnya (ukel). Pecahan motif cawen terdapat pada setiap daun pokok dengan bentuk bergerigi menyerupai gergaji.

 

Ukiran Dalam Interior
Anda pasti akrab dengan gebyok, furnitur dan beberapa artwork ukir yang menghias interior rumah. Ukiran identik dengan kesan etnik, namun bagi Anda yang menyukai kesan modern minimalis dengan unsur garis yang simpel dengan bentuk geometri tegas, sentuhan etnik dapat mempermanis tatanan interior minimalis yang dingin. Aplikasikan hiasan ukiran Jawa sebagai pengganti headboard tempat tidur anda atau cobalah modul panel-panel kayu ukir sebagai pengganti wallpaper Anda. Tatanan ruang pun pasti akan terasa berbeda.

Add comment

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi homelivingindonesia.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Kuis-4-Th-Home-Living

Kuis-4-Th-Home-Living-rev

Populer Article

Latest Comment

Expert Idea

  • 1
  • 2
  • 3
Taman Sebagai Ruang Privat

Taman Sebagai Ruang Privat

Foto: Dok. Home Living Taman rumah adalah sebuah ruang yang memiliki makna beragam...

Read more
Kerlap Kerlip Alami Taman Kita

Kerlap Kerlip Alami Taman…

Pernahkah Anda berharap mendapatkan kejutan-kejutan kecil menyenangkan dari taman rumah Anda? Alam...

Read more
Halaman Rumah Sebagai Ruang Kontemplasi

Halaman Rumah Sebagai Ruang…

Rumah adalah tempat kita menenangkan diri sambil mengisi kembali energi setelah bekerja...

Read more